Dalam sebuah talk show di televisi yang mengomentari kenaikan harga susu formula, stasiun televisi tersebut mengundang pakar Laktasi dr. Utami Rusli. Dalam wawancara tersebut beliau mengatakan bahwa bayi tidak butuh susu formula. Sebab pada usia 1-6 bulan, yang dibutuhkan bayi adalah ASI ekslusif. Setelah itu yang diperlukan bayi adalah makanan cair seperti jus buah-buahan sebagai pendamping ASI. Setelah bayi berusia 2 tahun dan tidak menyusu lagi, otomatis bayi pun tidak butuh susu formula. Bagi keluarga yang ingin menambah gizi bayi setelah 2 tahun, bisa mengganti kandungan protein susu dengan makanan lain seperti kedelai dalam tempe dan tahu.
Pesan dari dr Utami jelas bahwa kita jangan bergantung pada susu formula dan industrialisasi kebutuhan anak. Apalagi baru-baru ini pernah diributkan adanya kandungan helicobakter sachazaki dalam kandungan susu formula oleh peneliti IPB. Benar atau tidak hasil penelitian mereka patut diperhitungkan karena IPB salah satu universitas yang masuk 500 besar dunia dari jutaan universitas di dunia. Di Indonesia jumlahnya tidak lebih dari lima universitas saja yang masuk di posisi ini.
manfaat ASI
keunggulan ASI
lihat mainan edukatif
